SBY ambil alih Demokrat
Terjawab sudah nasib Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum di partainya. Usai menggelar rapat terbatas bersama anggota majelis tinggi, para petinggi, dan menteri PD, Ketua Dewan Pembina PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya me mutuskan untuk mengambil alih sementara tugas-tugas kepemimpinan Anas. SBY meminta Anas untuk memfokuskan diri pada persoalan hukum yang tengah dihadapi.
![]() |
| Anas Urbaningrum photo:google picasa. akses:7.2.13 |
SBY akan reposisi Personel Partai dalam waktu dekat
Selain itu, lanjut SBY, pihaknya juga akan melakukan reposisi terhadap personel partai untuk mencegah terjadinya penyimpangan baru, termasuk kader yang menjadi anggota badan anggaran. "Acuan dari pergantian adalah kapasitas, the right person in the right place," ujarnya.Selanjutnya, SBY juga mewajibkan setiap kader utama menyerahkan laporan harta kekayaan kepada Komisi Pengawas Partai Demokrat. Teknis pelaporan tersebut akan menganut dan mengikuti format yang sesuai dengan format yang berlaku di KPK."Sama format dan pengisiannya. Selain itu, setiap anggota partai juga wajib memberikan NPWP-nya untuk memastikan mereka juga membayar pajak," tandasnya.
SBY juga menyinggung soal penertiban hubungan kehumasan partai. Dia menilai, selama ini bentuk hubungan kehumasan PD kurang cerdas dan justru kerap menyudutkan satu sama lain. Di samping itu, juga gagal menyampaikan capaian-capaian yang telah dilakukan pemerintah dan PD. "Karena itu akan kita tertibkan siapa saja yang memberikan otoritas dalam memberikan pernyataan pers, talkshow televisi sesuai mekanisme yang ditetapkan Partai ini," tegasnya.
KPK sepakat tetapkan Anas sebagai tersangka
Sementara itu, posisi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum makin terjepit dalam kasus Hambalang. Meski belum diumumkan secara resmi, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyebut bahwa lima pimpinan KPK sudah kompak akan menetapkan Anas sebagai tersangka.Sumber:
[1]
iklan di tengah postingan
Your middle ads2 here
