--> Skip to main content

Ditendang SBY, Anas Sakit

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum tidak hadir dalam pertemuan Majelis Tinggi dengan 33 DPD Partai Demokrat se-Indonesia. Ia diundang, namun lantaran sakit, Anas tak hadir dalam pertemuan tersebut.
Ditendang SBY, Anas Sakit
Ditendang SBY, Anas Sakit
photo:google image.
Terlepas dari benar atau tidak Anas sakit,pengamat politik Hanta Yuda mengatakan, ketidak hadiran Anas merupakan bukti nyata perlawanan Anas. "Ini sinyal perlawanan Anas," katanya dalam perbincangan di salah satu stasiun televisi, Minggu (10/2) malam. Sebelumnya, Anas pun menegaskan perlawanannya terhadap SBY dengan ngotot mengatakan dia masih Ketua Umum Partai Demokrat, meskipun kewenanganannya di amputasi.

"Anas pun dipastikan akan turun ke daerah, apalagi sebentar lagi Demokrat harus menyerahkan daftar caleg yang akan diberikan KPU. Dan ini membutuhkan tanda tangan dari Ketum atau Sekjen. Pasti ia akan turun ke daerah," sambungnya.

Paksa tanda tangani Pakta Integritas

Sebelumnya, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan seluruh Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrat se-Indonesia ke kediamannya di Puri Cikeas, Bogor,Jawa Barat, Minggu (10/2)malam. Selain berkonsolidasi, ke-33 Ketua DPD itu dikumpulkan juga untuk menandatangani pakta integritas yang telah disusun dan disepakati Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Namun, Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua Majelis Tinggi Anas Urbaningrum tidak hadir dalam pertemuan itu, dengan alasan sakit. "Majelis tinggi semua hadir. Ketua Umum, Pak Anas berhalangan hadir mengirim berita karena sakit"

10 poin pakta integritas

Ada 10 poin yang tertuang dalam pakta integritas hasil musyawarah Majelis Tinggi Partai Demokrat. Di antaranya seperti di poin ke 7 berbunyi; Sebagai pejabat publik saya akan mencegah dari tindakan korupsi termasuk suap, hukum, termasuk dari kejahatan narkoba, asusila, dll. Apabila saya ditetapkan sebagai tersangka sesuai kode etik yang ditetapkan pada 24 Juli 2012.

Kemudian poin ke-8; Kalau saya ditetapkan dalam kasus korupsi atau tindak pidana kejahatan yang lain, saya siap keluar dari Demokrat atau dikeluarkan. Dan, poin ke-9; Sebagai pejabat negara atau publik yang taat aturan, atau sebagai bentuk pencegahan korupsi, saya siap menyerahkan data kekayaan saya kepada partai termasuk NPWP. Bagi kader yang melanggar pakta integritas ini, harus siap menerima sanksi adminintrasi.

Sumber:

[1]Harian Andalas.Hal:1 - 15

Sebarkan Ditendang SBY, Anas Sakit ini jika memang bermanfaat. Tapi jangan lupa meletakkan sumber rujukan asli yang disertakan oleh .
Rate 1 oleh 122 orang teman.

iklan di tengah postingan
Your middle ads2 here
kode Iklan di atas komentar letakkan di sini
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar